Dukunnya Motor Banter

Kumpulan Artikel artikel Motor Banter

Rabu, 27 Februari 2013

Yamaha Jupiter Z Boyolali : Katup In 28mm Disokong Rasio Ringan


Yamaha Jupiter-Z 08 Boyolali: KATUP IN 28 MM DISOKONG RASIO RINGANT
Hasil riset kali ini, Agus lebih fokus pada pemakaian katup yang diplot 28 mm (in) dan 23 mm (ex). Ukuran katup in 28 mm memang ekstrim, khususnya buat road race. Tapi Agus kali ini bercermin pada pemakaian piston 54 mm Izumi yang memiliki crown lebih tinggi. Menurut Agus angka perbandingan diameter katup dengan diameter piston itu cukup ideal. Akumulasi kevakuman yang dihasilkan silinder 54 mm, diyakini lebih kuat memampatkan gas segar yang bermuara pada Keihin PWK 28 mm.

Karbu yang memiliki desain skep model flat ini memang masuk akal untuk mensuplai gas segar lebih pekat mengimbangi pemakaian katup berkepala 28 mm. Memang katup berkepala 28 mm terlalu singkat menguras ritme mekanis karbu, sampai akhirnya komposisi main jet cocok pakai ukuran 140 dan pilot jet 32. Selain itu intake manifold turut diremer 1,5 mm, sedang exhaust manifold diremer 2,5 mm. Diteruskan knalpot YY-Pang dengan leher knalpot 28 mm dan sarangan 32 mm.  

Kelebihan katup 28 mm, dalam riset noken as tak terlalu pusing. Pasalnya dengan bermain durasi di 275 derajat (in-ex), power mesin masih bisa dikail singkat untuk gasingan menengah hingga top speed. Aturannya pegas katup mesti lebih dulu diganti model engkel (single) produk Jepang, dengan spiral lebih besar tapi renggang. “Kelebihannya akurasi tekanan balik katupnya lebih akurat sehingga optimal mencegah terjadinya efek floating,” yakin Budi yang aktif turut meriset. 

Sedang gasingan bawahnya tetap, mesti disokong perbandingan gigi rasio 1 ringan, yakni (35-12). Mulai gigi 2 sengaja dibuat lebih berat (29-16), untuk menunjang keperluan rolling speed saat melahap u-turn.

Khusus gigi rasio racikan buat pasar senggol, performa di top speed gigi 4 disempurnakan perbandingan ringan (22-19). Agar tak terlalu molor dan lemah di top speed. “Toh straight pasar senggol mentok paling 200 meter,” nilai Agus.   

Sektor calter kanan dibekali fly wheel 400 gram, dengan diameter 6 cm tapi tebal, sebagai pendongkrak gasingan menengah. Angka 400 gram, menurut Agus juga tak terlalu berat, sehingga tetap aman meskipun dipakai engine brake. Sedang kampas kopling nya dikanibal dari Suzuki FR-80. Untuk itu jari-jari rumah kopling mesti digerinda ulang. Dan dilanjutkan pemakaian pegas kopling kompetisi dengan dimensi lebih tinggi 3,5 mm.  

Perangkat pengapian mengaplikasi CDI Rextor Extreme dikombinasi dengan casing magnet Vega dan fulser Satria-F, serta dihantar koil Yamaha YZ-125. “Komposisi pengapian unggul dalam segi ketahanan, arus pengapian di gasingan menengah lebih stabil, ”kata Budi.  | pid

SPESIFIKASI Piston:  Izumi,  CDI : Rextor Extreme, Koil : Yamaha YZ-125, Knalpot : YY-Pang, Katup : In (28 mm) dan ex (23 mm), Fly wheel: 400 gram, Kampas kopling : Suzuki FR-80, Pegas katup: Jepang model single

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Open Panel

Blogroll